Anda belum punya akun? Silahkan Daftar

Halaman Berita / Info

Detail Berita

Pentingnya E-Learning Dalam Pendidikan

By : Admin   29 Juli 2017
Kehidupan manusia kian hari semakin komplek dan sarat dengan permasalahan. Kehadiran media IT diharapkan mampu memberikan nilai positif bagi proses kehidupan manusia yang semakin kompleks.Peran media IT lainnya juga adalah memberikan pencerahan bagi poses pencerdasan bangsa. Karena dengan bangsa yang cerdas tentunya akan menaikkan martabat dan taraf hidup bangsa.
Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang sangat penting seperti yang telah ditulis diatas. Upaya ini karena pendidikan adalah wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia. Seiring dengan perkembangan tekhnologi computer dan teknologi informasi. Sekolah-sekolah di Indonesia sudah waktunya mengembangkan system informasi manajemennya agar mampu mengikuti perkembangan zaman
Inilah kenapa seorang guru harus pandai mengakses, mengolah dan menyajikan secara kreatif dalam menyampaikan informasi yang berupa bahan ajar kepada peserta didik. Kemampuan guru sebagai sumber daya manusia dalam teknologi informasi computer mulai dari keterampilan dan pengetahuan yang cukup mapan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan perlu dan penting untuk ditingkatkan. Sehingga nantinya akan menghasilkan output yang sangat bermanfaat bagi manusia itu sendiri maupun bagi semua sector kehidupan.
Besarnya pengaruh TIK dalam bidang pendidikan mengakibatkan instansi pendidikan mengalami pergeseran juga. Hal ini pernah diungkapkan oleh Rosenberg (2001) yang menyebutkan ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke tempat lain dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, computer, internet, e-mail dan sebagainya. Interaksi antara guru dan peserta didik tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga menggunakan media-media tersebut (Rosenberg, 2001). Keberadaan teknologi harus dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi.Teknologi tidak dapat dipisahkan dari masalah, sebab tekhnologi ada karena untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Sehingga manusia memerlukan teknologi yang tepat guna yang efektif dan efisien untuk mengatasi masalah tanpa harus dibatasi ruang dan waktu.
Dalam dunia pendidikan, menurut Pannen (2005) saat ini terjadi perubahan paradigma pembelajaran terkait dengan ketergantungan terhadap guru dan peran guru dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran sekarang tidak bergantung kepada guru lagi tetapi lebih banyak terpusat kepada siswa (student centered learning) . Guru juga tidak lagi dijadikan satu-satunya alat untuk memecahkan masalah dan sumber rujukan semua pengetahuan tetapi sebagai fasilitator atau konsultan. Dengan adanya pergeseran peran guru, Sebenarnya harus diiringi dengan bertambahnya kemampuan guru sebagai fasilitator atau konsultan. Dalam hal e-learning, tentunya guru harus dapat mengenal berbagai media elektronik dan cara penggunaanya. Dan ini menjadikan kita sebagai manusia yang beperan sebagai guru unggul, Bayangkan guru sebagai tenaga pendidiknya saja sudah unggul apalagi dengan generasi muda ditangannya. Mudah-mudahan akan jadi generasi emas yang mumpuni dan bijak secara emosi dan spiritual dalam penggunaan media e-learning sebagai suatu alat ukur kemajuan iptek di zamannya.
Peranan yang biasa dilakukan TI dalam model pembelajaran ini sangat jelas. Hadirnya e-learning dengan semua macam tingkatannya telah menjadi aspirasi perubahan ini. Menurut Kirkpatrick (2001), e-learning telah mendorong demokratisasi pengajaran dan proses pembelajaran dengan memberikan kendali yang lebih besar dalam pembelajaran kepada siswa. Hal ini sangat sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pendidikan nasional seperti termaktub dalam pasal 4 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa pendidikan diselenggaraan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai cultural, dan kemajemukan bangsa.
Secara umum, peranan e-lerning dalam proses pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu komplementer dan substitusi. Yang pertama mengandaikan bahwa cara pembelajaran dengan pertemuan tatap muka masih berjalan tetapi ditambah dengan model interaksi berbantuan IT, sedang yang kedua sebagian besar proses pembelajaran dilakukan berbantuan TI. Saat ini regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah juga telah memfasilitas pemanfaatan e-learning sebagai subtitusi proses pembelajaran konvensional. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 107/U/2001 dengan jelas membuka koridor untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dimana e-learning dapat masuk memainkan peran.
Berikut beberapa manfaat e-learning dalam dunia pendidikan menurut banyak pengamat dan praktisi pendidikan adalah (1) meningkatkan motivasi siswa, (2) Digital Porofolio efektif dan efisien, (3) Menambah wawasan dan cakrawala berfikir, (4) Menumbuhkan jiwa kebersamaan, (5) Menjadi alat ukur konsep pembelajaran yang kita lakukan dengan sekolah dari Negara lain.
Walhasil tidak ada alasan lagi untuk kita sebagai tenaga pendidik untuk belajar meningatkan keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan penggunaan e-learning dalam pembelajaran. Sarana untuk meningkatkan kemampuan pengoptimalan dalan penggunaan TI tersebut tentunya adalah dengan mengikuti banyak pendidikan dan pelatihan tentang TI. Tak perlu menunggu waktu luang, tak usah takut untuk tidak bisa, karena semua akan membuat kita mundur ke belakang. Ingat generasi kita ada di belakang kita, kalau kita mundur atau memilih standar(stagnan) maka generasi emas tidak lahir dari tangan kita. Dan itu salah satu kemunduran zaman yang melahirkan generasi ‘Jahiliah’ secara intelektual, emosional dan spiritual. Naudzubillahi min Dzalik….

Sumber :
http://www.kompasiana.com/tes